Kekuatan Doa Itu Nyata




Feature Perjalanan
KEKUATAN DOA ITU NYATA
Disini saya akan sedikit berbagi pengalaman tentang perjalanan seseorang yang masuk ke salah satu perguruan negeri islam di Indonesia melalui kekuatan doa. Sebenarnya dia itu sejak kecil adalah orang yang sering di bulli oleh teman-temannya tetapi dia tidak menanggapi semuanya itu dia hanya tersenyum. Dan hal itu terus menerus sampai ia menginjak bangku sekolah menengah pertama ejekan dan bullian itu menjadi motivasi bagi dia untuk bangkit dan semangat dan setelah lulus di bangku SMP dia melanjutkan ke tingkat SLTA dan allhamdulilah dia mulai bangkit dan berkembang karena dia mempunyai cita-cita dan tujuan yang sangat kuat melebihi ejekan teman-temannya yaitu menginginkan kuliah di universitas negeri di Indonesia. Di waktu dia menginjak kelas 12 setiap malam dia memohon dan berdoa kepada sang Pencipta agar di berikan petunjuk bahwa ia ingin kuliah dan juga ingin mondok.
Dan berbanding terbalik di sisi lain orangtuanya melarang dia untuk kuliah dengan alasan dia itu fisiknya cepat down jika terlalu lelah,letih dan banyak pikiran. Ya memang dia di keluarganya itu tergolong anak yang sering jatuh sakit sehingga orangtuanya pun khawatir jika dia jauh dari keluarganya. Tetapi hal itu tidak membuat dia patah semangat, setiap malam setiap hari dan setiap waktu solat  dia mencurahkan perasaannya, keinginannya, keluh kesahnya kepada sang pencipta dan doa yang terus di ucapkannya dia ingin mengejar ilmu dunia tetapi dia juga ingin mengejar ilmu akhirat itulah yang terus terukir di setiap doanya kepada sang Pencipta alam semesta ini. Dia sangat meyakini bahwa kekuatan doa itu sangatlah besar dan kuat melebihi apapun, dan di saat pengumuman jalur seleksi pertama ia dinyatakan tidak lolos dan di situlah dia merasa lelah dan ingin menyerah tentang apa yang dia cita-citakan selama ini untuk masuk ke perguruan tinggi dan dia pun sudah pasrah kemudian dia mencari lamaran pekerjaan. Dan dia lupa akan satu lagi pengumuman seleksi yang dia ikuti, karena pernah gagal di kesempatan kedua dia melupakan bahwa dia juga pernah daftar di jalur ke dua. Jalur kedua yang dia ikuti merupakan suatu kado terindah dia,di saat ulang tahun Allah SWT memberikan kado terindah untuk dia yaitu berupa diterimanya dia di salah satu universitas Islam di Indonesia. Padahal dia tidak terlalu berharap lagi dengan semua yang ada, mungkin ini adalah salah satu dari ribuan kado ulang tahun terindah yang telah Allah siapkan untuk dia.
Di saat itu mulai cobaan-cobaan mulai menghampiri dia, awalnya orangtuanya itu tidak setuju bahwa dia akan melanjutkan kuliahnya apalagi di luar kota. Tetapi dengan cara pendekatan hati nurani seorang anak dan seorang ibu akhirnya dia di izinkan untuk mengambil kuliahnya. Selesai di keluarganya, banyak sekali orang yang tidak menyukai bahwa dia akan kuliah dan banyak juga yang menghina, mencaci dia dan keluarganya yang beranggapan mana mungkin orang bisa yang sederhana bisa menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi dan banyak lagi cacian yang mereka lontarkan. Sakit ia tetapi dia berusaha untuk menutupinya dengan cara tersenyum dan menekatkan di dalam hatinya bahwa dia akan membuktikan dia pasti bisa. Dan ketika pengumuman tentang tingkat UKT yang di terima sedikit takut dan ragu jika UKT nya tinggi dan ketika dia mengecek UKT yang dia dapatkan ternyata dia benar bahwa UKTnya lumayan besar. Dan di saat itu juga dia berfikir untuk mundur dan tidak mengambil kuliah tersebut, tetapi di hari itu juga Allah memberikan jalannya lagi agar dia bisa melanjutkan cita-citanya itu. Dia diberikan bantuan oleh sekolah yang cukup besar untuk membayar UKT dia dan hal itu membuat dia semakin yakin bahwa kekuatan doa itu sungguh luar biasa. Allah itu sangat sayang kepada umatnya dan salah satunya dia yang merasakannya, kuncinya adalah kita harus sabar dan berdoa terus menerus agar kebaikan pun datang kepada kita dan itulah jalan yang Allah berikan kepada dia agar dia dapat membuat orangtuanya kelak bangga terhadapnya dan dapat mengamalkan ilmunya dengan baik. Dia sekarang kuliah di Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dia sangat bangga bisa masuk di kampus ini dan dia memilih jurusan PMI agar dia dapat mengabdi di masyarakat. Dia mengikuti kata hati dan kata orangtuanya yang menyuruh dia untuk mengabdi di masyarakat agar berguna dan kembangkan desa,kampung dan kota kelahiran kita sendiri. Itulah yang membuat dia semangat sampai sekarang dan apalagi dia baru pertama kali mengikuti intensif bahasa Arab, kegiatan agama lainnya awalnya hal itu membuatnya pusing tetapi sekarang dia merasa senang dengan ditekankannya agama dan keislaman di IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini. Dan ingatlah mengeluh itu bukanlah cara untuk meluapkan rasa lelah tetapi cara terbaik untuk meluapkan rasa lelah yaitu dengan cara bersyukur dan curhatlah di malam hari pada Allah tuhan pemilik alam semesta ini.

Komentar

Posting Komentar